
Menemukan keyword yang tepat adalah pondasi utama dari strategi SEO yang sukses. Tanpa riset yang matang, konten berkualitas tinggi sekalipun bisa terkubur di halaman belakang Google. Salah satu alat terbaik untuk memenangkan persaingan ini adalah Ahrefs.
Dalam artikel ini, kita akan membedah langkah demi langkah cara menggunakan Ahrefs untuk riset keyword, mulai dari mencari ide hingga menganalisis peluang kompetisi.
Mengapa Harus Ahrefs?
Ahrefs bukan sekadar alat pelacak backlink. Fitur Keywords Explorer mereka memiliki database lebih dari 7 miliar keyword yang diperbarui setiap bulan. Keunggulan utamanya meliputi:
- Data Volume Akurat: Estimasi berapa kali keyword dicari per bulan.
- Keyword Difficulty (KD): Skor 1-100 yang menunjukkan seberapa sulit merangkak ke halaman pertama.
- Clicks Metric: Mengetahui apakah orang benar-benar mengklik hasil pencarian atau hanya melihat saja.
Langkah 1: Mencari Ide dengan Keywords Explorer
Langkah pertama adalah menemukan “benih” atau seed keywords.
- Buka dashboard Ahrefs dan pilih menu Keywords Explorer.
- Masukkan satu atau beberapa kata kunci dasar (contoh: “digital marketing” atau “baju muslim”).
- Pilih mesin pencari (Google, YouTube, atau lainnya) dan tentukan target negara (contoh: Indonesia).
- Klik ikon cari.
Di sini, Anda akan melihat ringkasan performa keyword tersebut. Namun, harta karun sebenarnya ada di menu sebelah kiri: Matching Terms dan Related Terms.
Langkah 2: Memfilter Keyword yang Potensial
Jangan mengambil semua keyword yang muncul. Anda perlu memfilternya agar mendapatkan hasil yang efisien:
- Volume: Fokus pada keyword dengan volume pencarian yang cukup (misalnya di atas 500 per bulan untuk pemula).
- Keyword Difficulty (KD): Untuk blog baru, cari KD di bawah 20 (Low Competition).
- Word Count: Gunakan filter ini untuk mencari Long-tail Keywords (minimal 3-4 kata). Keyword panjang biasanya memiliki niat beli (user intent) yang lebih tinggi.
Langkah 3: Mengintip Kompetitor dengan Site Explorer
Terkadang, cara termudah mencari keyword adalah dengan melihat apa yang berhasil bagi kompetitor Anda.
- Masuk ke menu Site Explorer.
- Masukkan URL website kompetitor yang setipe dengan niche Anda.
- Klik menu Organic Keywords di kolom kiri.
- Anda akan melihat daftar keyword yang membuat kompetitor Anda mendapatkan trafik. Amati keyword dengan posisi 1-5 dan coba buat konten yang lebih baik dari milik mereka.
Langkah 4: Analisis Content Gap
Ini adalah fitur favorit para ahli SEO. Content Gap membantu Anda menemukan keyword yang dimiliki oleh 2-3 kompetitor Anda, tetapi belum Anda miliki.
- Masukkan URL kompetitor Anda di kolom yang tersedia.
- Masukkan URL website Anda di kolom “But the following target doesn’t rank for”.
- Klik Show Keywords.
- Ahrefs akan memunculkan daftar peluang konten yang selama ini Anda lewatkan.
Tips Tambahan: Perhatikan User Intent
Ahrefs memberikan data, tetapi Anda harus memberikan logika. Sebelum memutuskan memakai sebuah keyword, ketikkan keyword tersebut di Google dan lihat hasilnya:
- Apakah hasilnya berupa artikel panduan (Informasional)?
- Apakah hasilnya berupa halaman produk (Transaksional)?
- Apakah hasilnya berupa review perbandingan (Komersial)?
Pastikan konten yang Anda buat sesuai dengan apa yang diinginkan audiens saat mencari kata kunci tersebut.
Kesimpulan
Riset keyword dengan Ahrefs memungkinkan Anda bekerja berdasarkan data, bukan sekadar asumsi. Dengan mengombinasikan Keywords Explorer, Site Explorer, dan Content Gap, Anda memiliki peta jalan yang jelas untuk mendominasi mesin pencari.
Sudah siap menaikkan trafik website Anda hari ini? Mulailah dengan satu keyword potensial dan kembangkan menjadi konten yang solutif!
FAQ Singkat
1. Apakah skor KD di Ahrefs mutlak? Tidak, KD hanya estimasi berdasarkan jumlah backlink. Faktor lain seperti otoritas domain (DR) dan kualitas konten tetap berpengaruh. 2. Apa bedanya Volume dan Clicks? Volume adalah jumlah pencarian, sedangkan Clicks adalah jumlah orang yang benar-benar mengklik hasil pencarian. Terkadang volume tinggi tapi klik rendah karena adanya Featured Snippets.

