Panduan Lengkap Cara Menggunakan Google Keyword Planner untuk Pemula

Google Keyword Planner (GKP) tetap menjadi salah satu alat riset kata kunci terbaik dan terpercaya karena datanya berasal langsung dari sumbernya: Google. Meskipun dirancang untuk keperluan iklan (Google Ads), alat ini sangat ampuh untuk strategi SEO.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara menggunakan Google Keyword Planner secara efektif.


1. Cara Akses Google Keyword Planner

Anda tidak harus memiliki iklan yang sedang berjalan untuk menggunakan alat ini, namun Anda wajib memiliki akun Google Ads.

  1. Buka situs Google Ads.
  2. Login menggunakan akun Google Anda.
  3. Klik ikon Tools and Settings (Alat dan Setelan) di menu atas.
  4. Pilih Keyword Planner di bawah kolom “Planning”.

2. Memilih Fitur Utama

Setelah masuk, Anda akan dihadapkan pada dua pilihan utama:

  • Discover New Keywords: Digunakan jika Anda ingin mencari ide kata kunci baru berdasarkan topik, produk, atau URL website.
  • Get Search Volume and Forecasts: Digunakan jika Anda sudah memiliki daftar kata kunci dan ingin melihat perkiraan volume pencarian serta performanya di masa depan.

3. Langkah Riset Kata Kunci Baru

Gunakan fitur Discover New Keywords untuk mengeksplorasi ide.

A. Memasukkan Kata Kunci Dasar (Seed Keywords)

Masukkan kata atau frasa yang relevan dengan bisnis Anda. Misalnya, jika Anda mengelola jasa pembuatan website, masukkan: “jasa pembuatan website”, “buat web murah”, atau “web developer”.

B. Filter Lokasi dan Bahasa

Pastikan Anda mengatur target audiens dengan benar:

  • Lokasi: Atur ke “Indonesia” (atau kota spesifik seperti Depok/Jakarta).
  • Bahasa: Atur ke “Indonesian”.

C. Menganalisis Hasil (Keyword Results)

Setelah klik Get Results, Google akan menampilkan tabel berisi daftar kata kunci. Fokuslah pada metrik berikut:

  1. Avg. Monthly Searches: Rata-rata jumlah pencarian per bulan. Carilah kata kunci dengan volume yang stabil atau meningkat.
  2. Competition: Menunjukkan seberapa banyak pengiklan yang menawar kata kunci tersebut. Untuk SEO, kompetisi “Low” atau “Medium” biasanya lebih mudah dimenangkan.
  3. Top of Page Bid (Low/High Range): Semakin tinggi harga bid-nya, biasanya semakin tinggi nilai komersial kata kunci tersebut (high intent).

4. Tips Mengoptimalkan Riset Keyword

Agar hasil riset lebih tajam, terapkan teknik berikut:

  • Gunakan Filter: Gunakan fitur filter untuk mengecualikan kata kunci yang mengandung merek tertentu atau fokus pada kata kunci dengan volume pencarian di atas angka tertentu.
  • Gunakan URL Kompetitor: Alih-alih memasukkan kata kunci, Anda bisa memasukkan URL website kompetitor di kolom “Start with a website”. Google akan membedah kata kunci apa saja yang relevan dengan situs tersebut.
  • Kelompokkan dengan Keyword Refinement: Di sisi kanan, terdapat fitur untuk menyaring kategori (seperti brand vs non-brand) agar daftar kata kunci lebih rapi.

5. Mengekspor Data

Setelah menemukan daftar yang cocok, jangan biarkan hanya di dalam Google Ads.

  1. Centang kata kunci yang Anda pilih.
  2. Klik Download Keyword Ideas di pojok kanan atas.
  3. Pilih format .csv atau Google Sheets.

Data ini nantinya bisa Anda olah kembali untuk menentukan prioritas konten mana yang akan dibuat terlebih dahulu berdasarkan potensi trafik dan relevansinya.


Kesimpulan

Google Keyword Planner adalah fondasi yang kuat untuk riset keyword. Dengan memahami volume pencarian dan tingkat kompetisi, Anda bisa membangun strategi konten yang lebih terukur, baik untuk optimasi mesin pencari (SEO) maupun untuk kampanye iklan berbayar (SEM).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top